Percaya!

Posted on 2 Juli 2013
Percaya!

Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.

Dengan tangkas, sang ayah mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang ibu memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.

Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Induk elang dan elang jantan bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anaknya dan memastikan mereka tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian menjaga sarang dengan elang jantan. Salah seekor anak elang bertanya: ”Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?”

Kedua orang tuanya bertukar pandang dan tersenyum, lalu ayahnya berkata: ”Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat”. Usai sang ayah berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.

Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang. Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang ayah.

Waktu terus berjalan dan musim pun berganti, dari musim dingin ke musim semi. Anak-anak elang pun kini sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar.

Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayap dan mendekati sang anak seraya berkata: ”Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!”

Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak, karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap ayahnya menjadi alas pendaratan darurat si anak.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Sang ibu dengan kasih memeluk sang anak.  Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, kedua orang tuanya membawanya kembali ke sarang.

Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada anak elang itu. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan orang tua mereka adalah berusaha agar tidak mendarat keras di daratan.

Lama berselang setelah melihat kedua saudaranya berlatih, elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya: ”Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?”

”Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!”, jawab sang ibu dengan penuh kasih.

”Tapi aku takut!’ ujar si anak

”Kami tahu, karenanya kami tak memaksa.” Jawab ibunya.

”Lalu apa yang harus kulakukan agar aku berani?”, tanya si anak

”Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!”

”Bagaimana caranya?”

”Percayalah pada kami!”, ujar sang ayah yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi. ”Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang ke seberang lautan?”

Dengan tenang si elang jantan berkata: ”Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!”

Lalu sang ibu menambahkan: ”Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!”

Sang anak diam tertegun, memandang takjub pada kedua orang tuanya. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.

Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan ayahnya menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya di mulai saat ia memutuskan percaya kepada orang tuanya dan rasa percaya itu memberinya keberanian untuk melangkah.

Kisah di atas menggambarkan hubungan antara kita dengan Tuhan. Seringkali seperti anak elang tersebut, kita memiliki “trauma” dengan hal-hal “buruk” yang terjadi saat kita hidup di luar Tuhan. Sehingga saat kita mulai bertumbuh di dalam Dia, rasa takut akibat “trauma” itu tidak hilang seketika itu juga.

Keputusan kita lah yang membuat kita keluar dari “trauma” masa lalu. Usaha untuk keluar dari “trauma” mungkin tidak selalu mulus, namun satu hal yang harus kita sadari, bahwa di detik kita memutuskan untuk hidup “bersama” Tuhan, maka saat itu juga hidup kita berada dalam jaminanNya.

Tuhan tidak menjanjikan bahwa hidup kita akan mulus, namun Ia menjanjikan bahwa Ia akan selalu di sisi kita melewati semuanya. Kita hanya perlu percaya dan melangkah, maka bersama Dia, kita akan menjalani hidup ini dan mencapai semua impian kita. Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu rindu untuk bekerjasama dengan kita, untuk mewujudkan setiap rancangan terbaikNya dalam hidup kita. Tuhan memberkati. (mj)

_PRINT

Pencarian berita

Login Donatur Papi

Testimonial

  • 28 - Graphic Design
    Saya berterimakasih buat kesempatan untuk melayani di YSKB.
  • 25 - Dokter Umum
    Syallom....Saya senang sekali terlibat dalam pelayanan di Sentuhan Kasih Bangsa,
  • 21 - Staff
    dari pelayanan bersama Sentuhan Kasih Bangsa byk pelajaran yg didapat
  • 24 - Apoteker
    Melalui pelayanan sentuhan kasih ini,saya dapat membagi kasih untuk sesama,
  • 25 - Pegawai
    Through YSKB, I learned that worshipping is equivalent with loving people.
  • 47 - Sales
    SKB adalah kegiatan yang perlu diikuti oleh seluruh jemaat GMS
  • 23 - Dokter Gigi
    saya ikut bersama YSKB saat kunjungan di liponsos keputih
  • 42 - Staff
    Wah,keren deh pokoke. gue tiba2 jadi apoteker dadakan
  • 27 - Desain
    SKB adalah ministry yang sangat efektif untuk membantu orang-orang yang membutuhkan
  • 29 - Staff
    YSKB mengajarkan saya untuk upgrade kapasitas saya
  • 56 - Graphic Art Designer
    Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati
  • 29 - Designer
    Lewat YSKB, saya dapat melayani dengan efektif dan lebih mudah daripada berusaha melayani sendiri.
  • 29 - Art And Design
    Sangat terberkati dengan pelayanan YSKB, wadah yang tepat untuk bertumbuh dan melayani Tuhan
  • 27 - Spv. Produksi / Apoteker
    YSKB adalah wadah untuk melayani sesama dan berbagi kasih tidak hanya dengan materi tetapi juga dengan kasih.
  • 27 - Staff Dept. PAW GMS Mawar Sharon
    saya bersyukur bisa melayani di sentuhan kasih bangsa, wkt itu saya ikut ke liponsos,
  • 32 - Apt
    pengalaman yg terbaru sy di YSKB yaitu di poli liponsos krn ajakan drg. Irene.
  • 52 - Pemilik Kost
    Puji Tuhan, melalui Sentuhan Kasih ini saya belajar melayani orang-orang di Liponsos.
  • 25 - Dokter Umum
    sungguh suatu kebahagiaan tersendiri dapat melayani di YSKB.
  • 27 - Dokter Gigi
    Senang banget bisa bergabung dengan tim medis di poliklinik SKB.

Upcoming Events

Saat ini tidak ada agenda