Angel In The Gap

Posted on 18 September 2013
Angel In The Gap

Dalam momen-momen gelap ketika jiwa-jiwa tersesat itu berdiri di tebing, menimbang apakah mereka sebaiknya meloncat atau tidak, bunyi desir angin dan ombak dipecahkan oleh suara yang lembut. "Maukah Anda minum secangkir teh?" orang asing itu bertanya. Ketika mereka menoleh ke arahnya, senyumnya kerap menjadi penyelamat bagi mereka.

Selama hampir 50 tahun, Don Ritchie tinggal di seberang lokasi bunuh diri paling terkenal di Australia, tebing berbatu yang dinamai The Gap (jurang), terletak di pintu masuk Pelabuhan Sydney. Dan selama itu, pria yang dikenal luas sebagai malaikat penjaga tersebut telah menyelamatkan banyak orang dari tepi jurang. Beberapa orang menganggap hal itu suram, tetapi Don memandangnya sebagai berkah. Mantan agen asuransi jiwa itu berkata, "Anda tak bisa hanya duduk di sana dan menonton mereka. Anda harus mencoba menyelamatkan mereka. Sederhana saja," ujar Don, kini berusia 84, sambil duduk di kursi kulit berwarna hijau kesayangannya, tempat dia mengawasi tebing di luar.

Sejak 1800-an, orang-orang putus asa telah pergi ke The Gap untuk mengakhiri hidup. Hanya ada pagar setinggi satu meter lebih yang memisahkan mereka dari tepi. Menurut pejabat setempat, setidaknya ada satu orang setiap minggu yang mencoba bunuh diri di sana, dan Dewan Woollahra telah mengajukan pendanaan federal untuk membangun pagar yang lebih tinggi dan meningkatkan keamanan di kawasan itu. Sementara itu, Don terus mengawasi secara sukarela. Baru-baru ini, dewan menjuluki Don dan Moya, istrinya selama 58 tahun, sebagai Warga Pilihan 2010.

Beberapa orang yang dia ajak berbicara ternyata sedang berjuang melawan penyakit; yang lain menderita gangguan mental. Kadang-kadang mereka yang melompat meninggalkan kenang-kenangan di tepian –catatan, dompet, sepatu–. "Aku menawari mereka alternatif. Aku selalu bersikap bersahabat. Aku tersenyum." Tentu saja, sebuah senyuman tidak bisa menyelamatkan semua orang. Namun yang mengejutkan, kebaikan sederhana bisa sangat efektif.

Ahli kesehatan mental menceritakan tentang sebuah catatan yang ditinggalkan oleh seorang pria yang melompat dari Jembatan Golden Gate, San Fransisco. "Jika satu orang saja tersenyum kepadaku dalam perjalanan menuju jembatan, aku tak akan melompat," tulis pria itu. Gordon Parker, direktur eksekutif Institut Black Dog, pusat penelitian gangguan mood mengatakan, "Mereka biasanya tidak ingin mati, mereka lebih menginginkan rasa sakit mereka hilang. Jadi siapa pun yang menawarkan kebaikan atau harapan, memiliki kapasitas untuk membantu banyak orang."

Kevin Hines berharap ada seseorang seperti Don ketika dia melompat dari Jembatan Golden Gate pada tahun 2000. Selama 40 menit, Kevin yang waktu itu berusia 19 tahun menyusuri jembatan, menangis dan berharap ada orang yang bertanya ada apa. Seorang turis akhirnya menghampiri dia –tetapi hanya untuk meminta Kevin memotret dia–. Beberapa saat kemudian, dia melompat. Kevin, yang menderita gangguan bipolar (manik depresif), cedera berat, tetapi akhirnya berhasil pulih. Sekarang dia berkata, jika ada satu orang saja yang memperlihatkan kepedulian pada penderitaan Kevin, dia mungkin tak akan pernah melompat.

"Senyuman dapat berdampak besar –perhatian bisa berdampak lebih besar lagi–. Don menawarkan teh dan mau mendengarkan, itulah yang diinginkan oleh mereka," kata Kevin.

Pada tahun 2006, pemerintah menghargai upaya Don dengan menganugerahi medali Order of Australia untuk penyelamatan yang dia lakukan. Medali itu digantung di dinding ruang tamunya, di atas lukisan sinar matahari yang dimasukkan seseorang di kotak suratnya. Di dalamnya ada pesan yang menyebut Don sebagai "malaikat yang berjalan di antara kami."

Walaupun telah menyaksikan banyak hal, Don tak merasa dihantui oleh mereka yang telah tiada. Dia tak bisa mengingat aksi bunuh diri pertama yang dia lihat, dan tak satu pun yang mengganggu mimpinya. Menurutnya, dia telah melakukan yang terbaik untuk setiap orang, dan bila dia kehilangan satu orang, dia menerima bahwa tak ada lagi yang bisa dia lakukan. Baik Don maupun Moya tak pernah merasa terbebani oleh lokasi rumah mereka yang berdekatan dengan tebing. "Menurutku, bukankah justru bagus kami tinggal di sini dan bisa membantu orang-orang?" tutur Moya, sementara Don mengangguk setuju.

Don Ritchie akan tetap mengangkat wajah dari bukunya untuk mengamati cakrawala, siapa tahu ada yang membutuhkannya. Dia akan tetap melakukan hal itu selama dia masih di sini, katanya. Dan bila dia sudah tidak di sini? Dia tertawa kecil. "Aku membayangkan ada orang lain yang akan datang dan melakukan juga apa yang selama ini kulakukan." Don memandang melalui pintu kaca ke arah tebing di luar. Dan wajahnya bercahaya oleh senyuman.

Seperti apa yang dilakukan Don, tidak peduli seremeh apapun tindakan yang kita lakukan untuk orang lain, terkadang tindakan tersebut sangat berarti bagi seseorang. Karena itu jangan jemu untuk berbuat baik, sekecil apapun itu, bahkan sebuah senyuman dan sapaan ringan, bisa mengubah hari seseorang.

Tidak perlu harus memiliki segala sesuatu lebih dulu untuk berbagi kebaikan, lakukan dengan apa yang ada padamu dan dengan segala kasih yang lahir dari hatimu, percayalah itu akan membawa keajaiban. Tuhan memberkati. (disadur dari Reader's Digest Indonesia, ditulis ulang oleh rw)

_PRINT

Pencarian berita

Login Donatur Papi

Testimonial

  • 28 - Graphic Design
    Saya berterimakasih buat kesempatan untuk melayani di YSKB.
  • 25 - Dokter Umum
    Syallom....Saya senang sekali terlibat dalam pelayanan di Sentuhan Kasih Bangsa,
  • 21 - Staff
    dari pelayanan bersama Sentuhan Kasih Bangsa byk pelajaran yg didapat
  • 24 - Apoteker
    Melalui pelayanan sentuhan kasih ini,saya dapat membagi kasih untuk sesama,
  • 25 - Pegawai
    Through YSKB, I learned that worshipping is equivalent with loving people.
  • 47 - Sales
    SKB adalah kegiatan yang perlu diikuti oleh seluruh jemaat GMS
  • 23 - Dokter Gigi
    saya ikut bersama YSKB saat kunjungan di liponsos keputih
  • 42 - Staff
    Wah,keren deh pokoke. gue tiba2 jadi apoteker dadakan
  • 27 - Desain
    SKB adalah ministry yang sangat efektif untuk membantu orang-orang yang membutuhkan
  • 29 - Staff
    YSKB mengajarkan saya untuk upgrade kapasitas saya
  • 56 - Graphic Art Designer
    Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati
  • 29 - Designer
    Lewat YSKB, saya dapat melayani dengan efektif dan lebih mudah daripada berusaha melayani sendiri.
  • 29 - Art And Design
    Sangat terberkati dengan pelayanan YSKB, wadah yang tepat untuk bertumbuh dan melayani Tuhan
  • 27 - Spv. Produksi / Apoteker
    YSKB adalah wadah untuk melayani sesama dan berbagi kasih tidak hanya dengan materi tetapi juga dengan kasih.
  • 27 - Staff Dept. PAW GMS Mawar Sharon
    saya bersyukur bisa melayani di sentuhan kasih bangsa, wkt itu saya ikut ke liponsos,
  • 32 - Apt
    pengalaman yg terbaru sy di YSKB yaitu di poli liponsos krn ajakan drg. Irene.
  • 52 - Pemilik Kost
    Puji Tuhan, melalui Sentuhan Kasih ini saya belajar melayani orang-orang di Liponsos.
  • 25 - Dokter Umum
    sungguh suatu kebahagiaan tersendiri dapat melayani di YSKB.
  • 27 - Dokter Gigi
    Senang banget bisa bergabung dengan tim medis di poliklinik SKB.

Upcoming Events

Saat ini tidak ada agenda