Hidup Adalah Anugerah

Cuaca di laut menjadi tidak menentu saat memasuki musim penghujan. Bila gelombang cukup tinggi, para nelayan harus rela untuk tidak melaut demi keselamatan mereka, walau itu berarti berkurangnya penghasilan keluarga mereka yang sudah hidup dalam kondisi minim.

Menyikapi hal tersebut, maka Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) berafiliasi dengan Connect Group (CG) & Departemen Doa Gereja Mawar Sharon (GMS), berinisiatif memberkati mereka melalui aksi Natal 2013 yang bertema “Hidup Adalah Anugerah”.

Untuk mengumpulkan data nelayan yang akan dilayani, maka kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota (PemKot) Surabaya dan Dinas Pertanian bidang Perikanan. Melalui mereka, kami data 1800 nelayan yang tersebar di wilayah Timur, tempat acara akan digelar, tepatnya di Graha P.P.A.L, jl. Abdul Latief No. 1, Surabaya.

Aksi Natal yang melibatkan 350 orang volunteer ini dimeriahkan dengan berbagai acara, seperti panggung hiburan, tarian tradisional sampai persembahan drama oleh AoG (Army of God), yang berjudul “Hujan”. Untuk semakin memeriahkan suasana, sesekali diselipkan pengundian doorprize, mulai kaos, setrika, panci presto sampai handphone.

Dalam sesi motivasi yang dibawakan oleh Bapak Caleb Natanielliem selaku penasehat YSKB, beliau menyampaikan bahwa sekalipun kehidupan mereka mungkin berat untuk dijalani, namun ada satu pribadi yang peduli dan siap untuk menopang mereka, yaitu Yesus Kristus.

Tidak berhenti dengan sesi motivasi, acara dilanjutkan dengan pengundian grandprize yang paling dinantikan, yaitu sebuah sepeda, paket jala senilai Rp. 2.000.000,- dan perahu motor senilai Rp. 25.000.000,- sebagai hadiah utama.

Ibu Kamila yang menjadi pemenang hadiah utama diliputi kegembiraan luar biasa. Perahu yang biasa digunakan suaminya melaut, telah berusia lebih dari 10 tahun dan sudah bocor di sana-sini. Hadiah ini bagaikan jawaban Tuhan atas doa-doanya.

Karena perahu saat itu masih dalam proses pembuatan, maka serah terima dilakukan di bulan Januari, tepatnya tanggal 11 Januari 2014. Kami bertemu dengan perwakilan keluarga ibu Kamila di Madura, tempat perahu dibuat. Setelah acara serah terima, bersama mereka kami menyeberangi selat Suramadu. Sebagian naik perahu baru dan beberapa naik perahu mereka. Karena memang sudah tidak layak dipakai, air harus terus dikeluarkan dari badan perahu ini sembari berlayar.

Setelah menepi di pantai Kenjeran dan menuju rumah ibu Kamila, terlihat kesibukan keluarga tersebut menyiapkan aneka makanan untuk acara syukuran terhadap perahu baru yang mereka terima. Kami melepas lelah sejenak di rumah beliau sambil saling bertukar cerita sebelum berpisah. Hati kami sungguh dipenuhi ucapan syukur karena bisa menjadi berkat bagi keluarga ini. Segala kemuliaan bagi Tuhan. (mj)



Dipublikasikan di http://yskb.org/index.php?p=news&action=shownews&pid=114 pada tanggal 27 Agustus 2014