Meretas Hidup

Senin, 30 Desember 2013 menjadi salah satu kesempatan istimewa bagi YSKB, karena kami bisa mengunjungi salah satu Wanita Harapan yang sudah menjalani hidup barunya di Lumajang.

Ibu Rita, demikian ia menyebut dirinya, memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya sejak ia berkomitmen untuk meninggalkan kehidupan lamanya. Dengan berbekal uang dan peralatan seadanya yang didapatnya baik dari tabungan pribadi, YSKB maupun Dinas Sosial, ia memberanikan diri menyewa sebuah tempat di pinggir jalan untuk memulai usaha warung makannya.

Dengan menggunakan bus dan membawakan beberapa karung beras, lebih dari 30 orang rombongan YSKB berangkat pagi-pagi dari Surabaya. Tujuan kami hanya ingin memberkati dan memberi dorongan semangat untuk ibu Rita.

Kami tiba di depan warung ibu Rita tepat di jam makan siang. Ia sendiri langsung keluar menyambut rombongan kami dengan penuh keharuan. Berkali-kali ia meminta maaf karena kondisi warungnya yang sangat sederhana. Kami tidak mempermasalahkannya, malah memujinya karena keuletan dan kesungguhannya untuk memulai hidup yang baru.

Warung yang sederhana itu langsung penuh sesak oleh kami. Rupanya ia sengaja menutup warungnya khusus bagi kami. Sambil menunggu makanan siap, ibu Rita menuturkan kisahnya. Bagaimana ia bersyukur karena Tuhan sudah menolongnya. Memang tidak mudah dan sempat ada godaan untuk menyerah, namun ia memilih untuk terus maju dan mencoba. Ia ingin anak-anaknya mendapat rezeki secara halal.

Didukung seorang rekan dari YSKB yang mementorinya, ibu Rita tidak menyerah saat di awal usahanya harus berhadapan dengan kegagalan. Semangat untuk hidup di jalan yang benar memacu dirinya untuk terus berusaha. Saat ini usahanya berbuah manis, warungnya mulai dikenal orang. Instansi pemerintahan sering memesan makanan di warngnya, bahkan saat kami sudah akan beranjak pergi, serombongan orang yang hendak merayakan kemenangan pemilihan lurah daerah itu di warungnya.

Berbekal kartu nama dan spanduk yang dibuatkan oleh mentornya, ia mengembangkan usahanya dengan menerima pesanan. Ia berharap usahanya akan semakin berkembang dan berkeinginan untuk menambah pegawai lagi. Saat ini ia telah memiliki 2 orang pegawai. Sekalipun berbeda keyakinan dengan kami, ia meminta Pak Lianggono sebagai ketua YSKB yang saat itu berkesempatan ikut, untuk mendoakannya dan memberkati usaha warungnya.

Seusai menikmati makanan, selain membayar pesanan, rombongan berinisiatif mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada ibu Rita. Dengan menitikkan airmata, ia menerima sumbangan spontan itu. Saat kami berpamitan untuk kembali ke Surabaya, ternyata ia sudah menyiapkan 1 karung penuh terong dan puluhan pepaya untuk kami bawa sebagai oleh-oleh. Gelak tawa dan harapan mengiringi perpisahan kami. Tidak hanya ibu Rita yang diberkati dengan kedatangan kami, tapi terlebih kami juga sangat diberkati dengan segala kesahajaan, keuletan dan semangat pantang menyerah dari seorang pribadi yang sedang merajut hidup di jalan yang benar. Segala kemuliaan bagiNya. (mj)



Dipublikasikan di http://yskb.org/index.php?p=news&action=shownews&pid=115 pada tanggal 21 Agustus 2014