Manado Aid

Banjir bandang diikuti longsor yang terjadi di Manado, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Sebagai bentuk kepedulian kepada korban, tim YSKB di GMS Manado berusaha mencari tahu kebutuhan mereka saat itu yang belum terpenuhi, dengan melakukan survey di lapangan secara langsung.

Setelah didapati bahwa mereka membutuhkan pakaian layak pakai, maka tanggal 20 Januari 2014, YSKB Surabaya melalui Facebook Official Page dan Broadcast BBM mengajak semua kalangan untuk ikut mengulurkan bantuan, dengan menyumbangkan pakaian bekas layak pakai dalam kondisi bersih dan sudah dicuci. Karena memperhitungkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman, maka jangka waktu pengumpulan bantuan dibuat cukup singkat, yaitu 3 hari saja.

Respon yang didapat ternyata sangat menggembirakan, banyak kalangan menunjukkan kepeduliannya. Tidak hanya perorangan, namun instansi dan lembaga sosial lain juga turut serta mengambil bagian. Yayasan Eka Dharma Surabaya dan warga perumahan Dharmahusada Mas, juga berbagai elemen masyarakat mengalirkan bantuan. Perbedaan yang ada tidak menjadi penghalang saat kasih dinyatakan melalui perbuatan mereka. Bantuan mengalir setiap hari memenuhi kantor kami.

Tim YSKB Surabaya segera menindak-lanjuti dengan mengklasifikasikan barang-barang. Dibantu beberapa volunteer yang rela meluangkan waktunya untuk menyortir, maka pakaian dibedakan antara pria, wanita dan anak-anak. Pakaian yang lolos sortir dimasukkan dalam karung plastik besar, hingga mencapai berat rata-rata 50kg per karung.

Bantuan yang terus mengalir dan didukung kerja keras volunteer, memungkinkan ekspedisi udara untuk mengambil 7 koli pakaian layak pakai masing-masing seberat 65kg, pada esok harinya. Barang bantuan diberangkatkan tanggal 22 Januari 2014. Sementara tim Surabaya terus melakukan sortir dan klasifikasi barang yang tak berhenti datang, tim Manado dibawah pimpinan Gembala GMS Manado, Bapak Thomas, langsung turun ke lapangan untuk menyerahkan bantuan segera setelah bantuan diterima, tepatnya tanggal 23 Januari 2014.

Karena terbatasnya jumlah bantuan awal ini, maka bantuan dipusatkan untuk lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan terparah, yaitu: Taas dan Dendengan Luar. Selain bantuan dari Surabaya, tim Manado juga menyalurkan bantuan dari GMS Makassar dan menyiapkan makanan siap saji untuk anggota Brimob, dan orang-orang yang membersihkan pasca bencana.

Warga yang menerima bantuan sangat bersyukur, banyak diantara mereka yang kehilangan rumah dan harta bendanya, terkadang hanya tersisa pakaian yang melekat di badan saja. Banyak yang harus menunggu evakuasi di atap rumah semalaman. Menurut mereka, bantuan pakaian yang mereka terima kondisinya sangat bagus bila dibandingkan dengan bantuan pakaian dari beberapa pihak lain.

Sementara itu paket bantuan dalam jumlah besar dikirimkan melalui expedisi laut. Sekitar 150 koli pakaian layak pakai dengan berat rata-rata @50kg, masuk kontainer expedisi tanggal 25 Januari 2014. Dengan cuaca yang agak kurang bersahabat, kami terus berdoa agar barang dapat sampai di tujuan tepat waktu dan sungguh-sungguh bermanfaat bagi korban.

Karena bencana ini menimbulkan banyak kerugian, maka selama kurun waktu 13 Februari 2014 hingga 29 Maret 2014, YSKB Manado didukung oleh satelit-satelit GMS di sekitarnya (Bitung, Kotamobagu, Tondano, Kendari dan Makassar) berusaha untuk sedikit membantu masyarakat pasca bencana, melalui pengadaan pasar murah di berbagai lokasi. Harga yang di patok mulai Rp. 2000,- hingga Rp. 20.000,- ini, membuat lebih dari 1000 masyarakat diberkati melalui kegiatan tersebut. Semua untuk kemuliaanNya! (mj)



Dipublikasikan di http://yskb.org/index.php?p=news&action=shownews&pid=116 pada tanggal 21 Agustus 2014