Peduli Jateng

Besarnya curah hujan yang turun, membuat beberapa daerah dilanda banjir hebat. Sebagian tempat di Jawa Tengah, seperti Pati, Juwana dan Semarang terkena dampaknya. YSKB Surabaya bekerjasama dengan YSKB di GMS Semarang, segera menindaklanjuti musibah ini.

Sementara YSKB Semarang melakukan survey lokasi, tim Surabaya tetap melakukan sortir bantuan yang kami terima, termasuk dari sisa bantuan untuk Manado. Selain itu kami juga menyiapkan tim untuk turun langsung ke lapangan. Agar bantuan tepat sasaran, kami berkoordinasi dengan beberapa Gereja di Pati dan Juwana yang menampung korban bencana, untuk membantu mendistribusikan bantuan.

Tanggal 1 Februari 2014, 2 tim dari YSKB Surabaya berangkat menuju Pati dan Juwana dengan mengendarai mobil  yang penuh sesak dengan barang bantuan. Untuk Pati – berkoordinasi dengan Bapak Otniel Lumowa – bantuan yang kami kirim berupa 20 karung beras yang masing-masing berisi bungkusan 2.5kg beras sebanyak 20 paket, 7 koli pakaian layak pakai, 11 dus sarden dan 5 dus snack. Sedangkan untuk Juwana – berkoordinasi dengan Gereja GPSDI – bantuan yang dikirimkan berupa bungkusan 2.5kg beras sebanyak 200 paket dan 5 koli pakaian layak pakai. Sedangkan untuk Semarang, kami mengirimkan 400 paket sembako.

Bantuan untuk Juwana didistribusikan ke beberapa lokasi, salah satunya desa Tluwah. Di desa ini, ketinggian air saat itu masih lebih dari 1 meter. Lokasi yang sulit dijangkau membuat desa ini jarang mendapat bantuan. Jika ingin memperoleh bantuan, mereka harus minta ke posko-posko dan biasanya mendapatkan nasi bungkus. Saat tim kami mengantarkan bantuan, mereka sangat bersyukur. Mereka mengungkapkan bahwa dari pagi hari mereka sudah resah mengharapkan bantuan, khususnya beras. Sehingga saat kami datang membawa beras, mereka merasa mendapatkan jawaban bagi doa-doa mereka.

Tidak hanya Juwana, beberapa lokasi di Pati bahkan terendam air hinga mencapai 2.5 meter! Bahkan ada lokasi yang terisolasi hingga 10 hari. Untuk mencapai lokasi-lokasi tersebut, bantuan hanya bisa didistribusikan dengan naik perahu yang dipinjam dari warga. Bencana rupanya tidak berhenti juga. Selang sehari kemudian, Semarang dilanda banjir besar lantaran tanggul sungai utama mereka jebol. Dengan bertindak cepat, sore harinya YSKB Semarang langsung bergerak menolong korban dengan membagikan nasi bungkus untuk lebih dari 300 orang. Sekalipun lelah, namun hati kami semua diliputi rasa syukur, karena di tengah bencana, masih ada orang-orang yang peduli. Orang-orang yang memberikan sedikit dari apa yang mereka miliki untuk berbagi beban dengan mereka yang membutuhkan. Kemuliaan hanya bagiNya! (mj)



Dipublikasikan di http://yskb.org/index.php?p=news&action=shownews&pid=117 pada tanggal 21 Agustus 2014